Update

Relawan Malang Utara Apel Siaga Kemarau

Relawan Malang Utara apel kesiapsiagaan bencana dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, Minggu (26/4/2026). 

Pagi itu, suasana di eks Pendapa Kawedanan Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tampak berbeda. Ratusan relawan dari berbagai unsur berkumpul. Mereka menyatukan komitmen untuk satu tujuan, yakni memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana saat musim kemarau mulai tiba.

Sebanyak 347 personel mengikuti apel kesiapsiagaan bencana dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, Minggu (26/4/2026). Mereka berasal dari unsur kecamatan, TNI-Polri, organisasi komunikasi, relawan kebencanaan, tenaga kesehatan, hingga komunitas sosial di wilayah Malang Utara.

Apel ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum konsolidasi kekuatan relawan Singosari, Lawang, dan Karangploso, untuk memperkuat respons kebencanaan, khususnya menghadapi potensi kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Ketua Rescue Bela Negara Malang Raya Ganif Djuwadi menilai apel tersebut menjadi penanda bangkitnya kemitraan relawan siaga Malang Utara bersama pemerintah dalam mitigasi bencana.

Sebab, menghadapi bencana tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi, kesiapan sumber daya, dan penguatan edukasi menjadi kunci agar ancaman kekeringan dan kebakaran saat kemarau dapat diantisipasi lebih dini.

“Ini merupakan kebangkitan kemitraan relawan siaga Malang Utara dengan pemerintah,” ujar Ganif yang juga dosen Poltekkes Kemenkes Malang.

Menurut Ganif, sinergi antarelemen perlu terus diperkuat, tidak hanya untuk respons darurat, tetapi juga peningkatan kapasitas. Ke depan, Rescue Bela Negara Malang Raya menginisiasi latihan gabungan relawan, termasuk penguatan peran, pembagian tugas, hingga sistem tutor teman sebaya agar relawan memiliki keterampilan yang dapat bermanfaat di dunia kerja sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang Purwoto menegaskan apel kesiapsiagaan menjadi penting di tengah masa peralihan musim yang berpotensi memunculkan berbagai ancaman.

Ia mengingatkan, berdasarkan informasi BMKG, musim kemarau akan melanda secara bertahap di sejumlah wilayah, termasuk berpotensi memicu kekeringan yang berdampak pada ketersediaan air bersih dan sektor pertanian.

Selain itu, ancaman kebakaran hutan dan lahan juga menjadi perhatian, terutama di wilayah dengan vegetasi kering. Kondisi kekeringan yang terjadi berulang di sejumlah desa bahkan kerap memicu krisis air bersih saat musim kemarau berlangsung.

“Kalau musim hujan fokus pada banjir dan longsor, saat musim kemarau kita harus siap menghadapi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan,” tegas Purwoto.

Purwoto menjelaskan kesiapsiagaan menghadapi ancaman tersebut harus ditopang langkah strategis, mulai penguatan sistem deteksi dini dan pelaporan cepat di tingkat desa maupun kecamatan. Termasuk penguatan koordinasi lintas sektor, hingga optimalisasi peran relawan dalam edukasi masyarakat terkait penggunaan air secara bijak dan pencegahan pembakaran lahan.

Tak kalah penting, kesiapan sarana dan prasarana pendukung juga harus dipastikan, mulai tangki air bersih, peralatan pemadam kebakaran, hingga jalur distribusi logistik jika terjadi kondisi darurat.

Purwoto mengingatkan seluruh relawan untuk selalu mengedepankan profesionalitas dan standar keselamatan dalam setiap operasi.

“Utamakan keselamatan personel dalam setiap operasi. Relawan harus bekerja profesional, terkoordinasi, dan memperhatikan standar keselamatan,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Polsek Singosari AKP Achmad Zainuddin. Ia menyebut apel siaga bersama relawan menjadi langkah awal menyatukan spirit kesiapsiagaan sekaligus memperkuat edukasi masyarakat menjelang musim kemarau.

Itu sebabnya pemetaan potensi kebakaran hutan dan kerawanan kekurangan air menjadi keutamaan. Hal itu akan dilakukan bersama unsur Muspika dan para pemangku kepentingan.

“Apel ini menjadi momentum melihat kekuatan bersama menyongsong musim kemarau, sekaligus bersama-sama mengedukasi masyarakat,” tuturnya.

Posting Komentar