Pemkot Malang Libatkan FKH UB Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Bebas Penyakit
![]() |
| Walikota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM meninjau tempat penjualan hewan kurban di Jl. Saxophone, Jatimulyo, Senin (25/5/2026). Foto: Prokompim Kota Malang |
Pemerintah Kota Malang melibatkan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) untuk memastikan kesehatan hewan kurban saat Iduladha 2026.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan sekitar 400 petugas telah diterjunkan ke lokasi penjualan hewan kurban untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Alhamdulillah sampai saat ini seluruh hewan yang diperiksa dinyatakan sehat dan layak dijadikan kurban,” kata Wahyu, Senin (25/5/2026).
Pemeriksaan ante mortem dilakukan meliputi pengecekan umur ternak, kondisi fisik, perilaku, hingga kelengkapan surat keterangan sehat. Hewan yang lolos pemeriksaan diberi stiker sehat oleh petugas dokter hewan.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, hingga 25 Mei 2026 pemeriksaan telah dilakukan di 107 lokasi dengan total 3.502 ekor sapi, kambing, dan domba.
Pemkot Malang juga memastikan wilayahnya bebas antraks dan Lumpy Skin Disease (LSD). Pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) dilakukan melalui vaksinasi ternak sejak Januari 2026.
Selain pemeriksaan sebelum penyembelihan, Dispangtan juga akan melakukan pemeriksaan post mortem pada 27-30 Mei 2026 di lokasi pemotongan hewan kurban untuk memastikan daging aman dikonsumsi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Wahyu juga menyebut Kota Malang menerima bantuan sapi kurban jenis brangus seberat 1 ton dari Presiden Prabowo Subianto yang akan diserahkan di Masjid Sabilillah Blimbing.
